PRASANGKA KELAM

Redup sinar Sang Rembulan, tergores oleh kenyataan
Bahwa dia akan pergi dari genggaman
Tak ada jalan kecuali mengenang

Redup kerlip Sang Bintang, tak percaya akan Kebimbangan
Yang ditiupkan oleh angin yang datang
Tak ada jalan kecuali mengenang

Semua kelabu tak tentu arah..
Seakan awan menutup akan Fakta..
Sehingga tak tampak jelas oleh Mata..

Kala rembulan menganggap duri , pada diri yang tak tau diri..
semuanya dikibas angin dan menjadi lirih
Melalui cabikan cabikan pada hati..
Kenapa rembulan sekejam itu pada kerlip..
Tak ada kata sua dan sohib..
Semua terasa serba PASIF..
Entah kerlipku untuk Siapa ???

Komentar

Postingan Populer